IIA Indonesia President Message - November 2021

Bapak Ibu anggota yang saya banggakan,

Semoga kita semua dalam keadaan sehat walafiat, dan tetap terus disiplin menerapkan protokol kesehatan, agar kita, keluarga kita, dan rekan kerja kita terhindar dari infeksi virus covid 19.

 

Puji dan syukur pada Yang Maha Kuasa, rangkaian acara IIA Indonesia National Conference telah berjalan pada 27 – 29 Oktober yang lalu. Perkenankan saya atas nama IIA Indonesia mengucapkan terima kasih dan perhargaan sebesar-besarnya kepada para pembicara, yang ditengah kesibukan yang sangat padat, berkenan menyediakan waktu untuk hadir dan berbagi bersama kita pada acara ini. Ucapan terimakasih juga saya haturkan kepada seluruh peserta dan para sponsor atas dukungannya. Saya juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan dan ketidaknyamanan yang dialami selama pelaksanaan acara. Kekurangan yang terjadi selama penyelenggaraan acara menjadi pembelajaran bagi IIA Indonesia untuk kedepannya.

 

Dalam Conference kemarin, dibahas mengenai peta risiko yang akan menjadi lebih kompleks. Kita harus sadar bahwa masa depan dan perubahan adalah sesuatu yang pasti, dan kita harus siap menghadapi perubahan tersebut dan tetap menjadi relevan bagi organisasi dan pemangku kepentingan kita. Kedepannya,peta risiko menjadi lebih kompleks. Selain risiko cyber, kita perlu mencermati bagaimana kita mampu mengelola risiko ESG. Ini sudah di depan mata, dan tidak dapat dihindari. Tanggung jawab besar ada pada fungsi-fungsi yang berkiprah di area audit internal, manajemen risiko, dan tata kelola. Secara khusus profesi auditor perlu meninjau operasi di organisasi masing-masing saat ini, dan memastikan organisasi kita mampu bekerja di peta baru ini. Profesional di bidang GRC harus memperluas wawasan dan tetap relevan dengan perkembangan di masa depan dari pola pikir, pendekatan kerja, pemahaman mengenai lingkungan bisnis, teknologi, regulasi, dan memiliki kompetensi yang dibutuhkan untuk dapat mendukung organisasi.

 

Conference kemarin juga menunjukan semakin besarnya kepedulian pemerintah dan publik terhadap penerapan GRC, dan mendapat berbagai sorotan media, antara lain dapat dilihat di beberapa tautan berita berikut: Pemerintah Terapkan Prinsip Governance, Risk, and Control dalam Pengendalian Pandemi - Bisnis Liputan6.com, Auditor sebagai Pilar Tata Kelola Punya Tanggung Jawab Bantu Organisasi Bangkit dari Krisis (wartaekonomi.co.id), Suami-Istri Harus Siap Jadi "Tong Sampah" - Disway.

 

Berbicara mengenai peta risiko, IIA telah mengeluarkan OnRisk 2022, yang melibatkan responden yang berasal dari berbagai industri di dunia. Dalam laporan ini, sejalan dengan diskusi yang dilakukan selama Conference kemarin, cybersecurity diprediksi tetap menjadi risiko nomor 1 yang perlu dicermati di tahun 2022, disusul oleh talent management, culture, dan disruptive innovation. Selain itu, risiko ESG terus naik dalam urutan menjadi area risiko emerging yang harus mendapat perhatian. Laporan ini dapat diunduh di www.globaliia.org.

Selama bulan terakhir, terdapat beberapa publikasi yang dirilis oleh IIA. Anggota dapat mengunduhnya di www.globaliia.org.

  • Global Knowledge Brief terbaru IIA, “Elegant Alignment: ISO Guidance and the Three Lines Model,” mengkaji bagaimana IIA Three Lines Model sangat selaras dengan standar tata kelola International Organization Standard (ISO) yang baru dirilis (ISO 37000 Tata Kelola organisasi). Ini adalah bukti bagaimana dua instrumen tata kelola secara kolektif dapat membantu organisasi mencapai tujuan dan menjadi sukses.
  • Global Knowledge Brief dari The IIA dan Workiva, “Embracing the Future: How technology helps audit teams stay ahead of the curve,” menguraikan bagaimana audit internal dapat mengambil manfaat dari transformasi digital yang dipercepat pandemi. Laporan ini menyajikan dua studi kasus yang merinci bagaimana hambatan menjadi peluang bagi auditor internal.

 

Akhir kata, memasuki bulan November, tak terasa kita semakin mendekati penghujung tahun. Para pemegang sertifikasi profesi dari IIA harus melaporkan perolehan kredit CPE. Kredit CPE diperlukan untuk pelaporan akhir tahun agar sertifikasi IIA Anda tetap aktif — laporkan sekarang dengan masuk ke Sistem Manajemen Kandidat Sertifikasi (CCMS) di https://ccms.theiia.org untuk melengkapi formulir pelaporan CPE. Batas waktu adalah 31 Desember 2021. Ada banyak peluang bagi individu tersertifikasi untuk mendapatkan CPE guna menyelesaikan pelaporan tahunan yang diperlukan agar sertifikasi IIA Anda tetap aktif. Selain pelatihan yang ditawarkan oleh IIA Indonesia, IIA juga menawarkan pelatihan online, seperti Webinar gratis untuk anggota dan OnDemand Global IIA. Jika Anda tidak melaporkan perolehan CPE, maka sertifikasi/kualifikasi Anda akan kedaluwarsa, dan sebagai akibatnya, Anda tidak lagi dapat mengatakan bahwa Anda tersertifikasi, menggunakan titel sertifikasi di belakang nama Anda, dan tidak dapat terdaftar di registri sebagai pemegang sertifikasi.

Salam,

Angela Indirawati Simatupang, CIA, CRMA
President

Categories: apps, News, Top post