IIA Indonesia President Message - January 2022

Bapak Ibu anggota yang saya banggakan,

Selamat Tahun Baru 2022 kepada seluruh anggota. Semoga kita semua senantiasa diberikan kesehatan dan kesejahteraan di tahun 2022.

Terima kasih atas dukungan dan partisipasi Bapak Ibu anggota dalam setiap kegiatan yang diadakan IIA Indonesia di sepanjang tahun 2021.

Memulai tahun 2022, IIA telah mempersiapkan diri dan bersiap menjalani evolusi total. Evolusi profesi audit internal yang akan mencerminkan ke mana arah profesi audit internal global dan apa yang sekarang dapat ditawarkan oleh auditor internal profesional kepada organisasi di seluruh dunia. Begitu juga IIA Indonesia dan affiliate lain di seluruh dunia tidak sabar untuk menyambut evolusi tersebut.

Tahun 2022, IIA Indonesia tetap berkomitmen pada pengembangan profesionalitas internal auditor khususnya bagi para anggota. Untuk dapat menjadikan profesi yang berbasiskan kompetensi, IIA Indonesia berkomitmen untuk selalu memenuhi kebutuhan dan harapan para anggota dan para pemangku kepentingan. Hal ini sejalan dengan kerangka praktik internasional untuk profesi auditor internal di tingkat global. Melalui pengembangan berkesinambungan, auditor internal akan menjadi semakin diakui, dipercaya, dan memiliki nilai tambah dengan adanya kompetensi profesional yang senantiasa terjaga.

Kami kembali mempersiapkan program training yang dapat membantu dan mendukung anda dalam memperbaiki serta meningkatkan pengetahuan dan kompetensi anda. Training di tahun 2022 masih akan dilaksanakan secara daring. Informasi lebih lanjut dapat dilihat melalui website IIA Indonesia di www.iia-indonesia.org.

Tidak hanya itu, kami juga mengajak Bapak Ibu untuk dapat meningkatkan kompetensi melalui sertifikasi CIA. The IIA, adalah asosiasi yang menetapkan standar dan menawarkan satu-satunya sertifikasi audit internal yang diakui secara global, yaitu CIA, Melalui sertifikasi CIA, anda akan mengaktifkan jaringan global dan membuka lebih besar lagi peluang yang sebelumnya mungkin belum pernah terbayangkan.

Melalui pesan ini, saya ingin menyampaikan terimakasih kepada Bapak Nur Abdillah yang telah menyelesaikan kontraknya sebagai CEO IIA Indonesia pada tanggal 31 Desember 2021. Telah banyak kontribusi yang diberikan oleh Bapak Nur Abdillah untuk IIA Indonesia selama ini, semoga Bapak Nur Abdillah dapat terus berkarya dan semoga sukses dalam program doktoral yang sedang dijalani. IIA Indonesia juga telah menunjuk Bapak Fransiskus Pitoyo Prasetya Tama sebagai Acting CEO IIA Indonesia terhitung sejak Januari 2022. Bapak Pitoyo, demikian biasa dipanggil, bukan wajah yang asing lagi bagi anggota IIA Indonesia karena telah bersama dengan IIA Indonesia sejak tahun 2018 sebagai Deputy CEO / Direktur Marketing dan Training. Beliau adalah Sarjana Ekonomi lulusan Unika Atma Jaya, Jakarta dan memiliki lebih dari 12 tahun pengalaman.

Sebagai penutup, semoga kita semua senantiasa selalu menjaga kesehatan, tetap memperhatikan protokol kesehatan dimana pun berada. Bersama-sama kita mempersiapkan diri untuk berevolusi, menjadikan diri kita, profesi internal auditor dan organisasi kita menjadi lebih baik.

 

Salam,

Angela Indirawati Simatupang, CIA, CRMA
President

IIA Indonesia President Message - December 2021

Bapak Ibu anggota yang saya banggakan,

Bulan November 2021, Institute of Internal Auditors secara resmi telah selama 80 tahun berperan sebagai sebagai advokat, pendidik, dan penyedia standar, bimbingan, dan sertifikasi profesi audit internal yang paling dikenal luas di dunia. Sejak 1941, IIA telah berkomitmen dalam menjalankan “Progress through Sharing” dan mengadovaksi bahwa audit internal merupakan pilar penting untuk tata kelola yang efektif. Saat ini, IIA memiliki kekuatan global, dengan 210.000+ anggota, mewakili 125 negara dan wilayah. Kemajuan IIA ini tidak lepas dari semangat seluruh anggota dan sukarelawan IIA, termasuk di Indonesia.

Selain itu dapat saya sampaikan bahwa IIA secara resmi mendukung pembentukan International Sustainability Standards Board (ISSB) baru di bawah IFRS Foundation. IIA juga mendukung konsolidasi Value Reporting Foundation (VRF) dan Climate Disclosure Standards Board (CDSB) ke dalam ISSB untuk menyebarluaskan standar global yang seragam untuk pengungkapan seputar faktor perubahan iklim dan ESG.

Di Indonesia, saat ini sedang dilakukan penyempurnaan pedoman umum good corporate governance oleh KNKG, dan sejalan dengan misi untuk mengadvokasi dan meningkatkan pemahaman mengenai posisi audit internal, IIA Indonesia telah menyampaikan tanggapannya terhadap draft pedoman umum tersebut. Bagi anggota yang ingin mengetahui lebih jauh dapat membacanya di https://iia-indonesia.org/tanggapan-thd-draft-pedoman-governansi-korporat-2021/.

Tak lupa saya mengingatkan bagi para pemegang sertifikasi profesi dari IIA, bahwa kita memiliki kewajiban untuk melaporkan perolehan kredit CPE. Kredit CPE diperlukan untuk pelaporan akhir tahun agar sertifikasi IIA Anda tetap aktif. Pelaporan dapat dilakukan dengan mengakses Sistem Manajemen Kandidat Sertifikasi (CCMS) di https://ccms.theiia.org. Batas waktu adalah 31 Desember 2021. Untuk mendapatkan CPE agar sertifikasi IIA Anda tetap aktif, selain pelatihan yang ditawarkan oleh IIA Indonesia, juga terdapat webinar dan pelatihan online melalui OnDemand Global IIA. Jika Anda tidak melaporkan perolehan CPE, maka sertifikasi/kualifikasi Anda akan kedaluwarsa, dan sebagai akibatnya, Anda tidak lagi dapat mengatakan bahwa Anda tersertifikasi, menggunakan titel sertifikasi di belakang nama Anda, dan tidak dapat terdaftar di registri sebagai pemegang sertifikasi.

Akhir kata, ijinkan saya menyampaikan Selamat Hari Natal kepada seluruh anggota yang merayakan, dan Selamat Tahun Baru bagi seluruh anggota IIA Indonesia. Sampai bersua lagi di tahun 2022 dalam kondisi sehat walafiat dan sejahtera.

Salam,

Angela Indirawati Simatupang, CIA, CRMA

President

IIA Indonesia President Message - November 2021

Bapak Ibu anggota yang saya banggakan,

Semoga kita semua dalam keadaan sehat walafiat, dan tetap terus disiplin menerapkan protokol kesehatan, agar kita, keluarga kita, dan rekan kerja kita terhindar dari infeksi virus covid 19.

 

Puji dan syukur pada Yang Maha Kuasa, rangkaian acara IIA Indonesia National Conference telah berjalan pada 27 – 29 Oktober yang lalu. Perkenankan saya atas nama IIA Indonesia mengucapkan terima kasih dan perhargaan sebesar-besarnya kepada para pembicara, yang ditengah kesibukan yang sangat padat, berkenan menyediakan waktu untuk hadir dan berbagi bersama kita pada acara ini. Ucapan terimakasih juga saya haturkan kepada seluruh peserta dan para sponsor atas dukungannya. Saya juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan dan ketidaknyamanan yang dialami selama pelaksanaan acara. Kekurangan yang terjadi selama penyelenggaraan acara menjadi pembelajaran bagi IIA Indonesia untuk kedepannya.

 

Dalam Conference kemarin, dibahas mengenai peta risiko yang akan menjadi lebih kompleks. Kita harus sadar bahwa masa depan dan perubahan adalah sesuatu yang pasti, dan kita harus siap menghadapi perubahan tersebut dan tetap menjadi relevan bagi organisasi dan pemangku kepentingan kita. Kedepannya,peta risiko menjadi lebih kompleks. Selain risiko cyber, kita perlu mencermati bagaimana kita mampu mengelola risiko ESG. Ini sudah di depan mata, dan tidak dapat dihindari. Tanggung jawab besar ada pada fungsi-fungsi yang berkiprah di area audit internal, manajemen risiko, dan tata kelola. Secara khusus profesi auditor perlu meninjau operasi di organisasi masing-masing saat ini, dan memastikan organisasi kita mampu bekerja di peta baru ini. Profesional di bidang GRC harus memperluas wawasan dan tetap relevan dengan perkembangan di masa depan dari pola pikir, pendekatan kerja, pemahaman mengenai lingkungan bisnis, teknologi, regulasi, dan memiliki kompetensi yang dibutuhkan untuk dapat mendukung organisasi.
Conference kemarin juga menunjukan semakin besarnya kepedulian pemerintah dan publik terhadap penerapan GRC, dan mendapat berbagai sorotan media, antara lain dapat dilihat di beberapa tautan berita berikut: Pemerintah Terapkan Prinsip Governance, Risk, and Control dalam Pengendalian Pandemi - Bisnis Liputan6.com, Auditor sebagai Pilar Tata Kelola Punya Tanggung Jawab Bantu Organisasi Bangkit dari Krisis (wartaekonomi.co.id), Suami-Istri Harus Siap Jadi "Tong Sampah" - Disway.

 

Berbicara mengenai peta risiko, IIA telah mengeluarkan OnRisk 2022, yang melibatkan responden yang berasal dari berbagai industri di dunia. Dalam laporan ini, sejalan dengan diskusi yang dilakukan selama Conference kemarin, cybersecurity diprediksi tetap menjadi risiko nomor 1 yang perlu dicermati di tahun 2022, disusul oleh talent management, culture, dan disruptive innovation. Selain itu, risiko ESG terus naik dalam urutan menjadi area risiko emerging yang harus mendapat perhatian. Laporan ini dapat diunduh di www.globaliia.org.

Selama bulan terakhir, terdapat beberapa publikasi yang dirilis oleh IIA. Anggota dapat mengunduhnya di www.globaliia.org.

  • Global Knowledge Brief terbaru IIA, “Elegant Alignment: ISO Guidance and the Three Lines Model,” mengkaji bagaimana IIA Three Lines Model sangat selaras dengan standar tata kelola International Organization Standard (ISO) yang baru dirilis (ISO 37000 Tata Kelola organisasi). Ini adalah bukti bagaimana dua instrumen tata kelola secara kolektif dapat membantu organisasi mencapai tujuan dan menjadi sukses.
  • Global Knowledge Brief dari The IIA dan Workiva, “Embracing the Future: How technology helps audit teams stay ahead of the curve,” menguraikan bagaimana audit internal dapat mengambil manfaat dari transformasi digital yang dipercepat pandemi. Laporan ini menyajikan dua studi kasus yang merinci bagaimana hambatan menjadi peluang bagi auditor internal.

 

Akhir kata, memasuki bulan November, tak terasa kita semakin mendekati penghujung tahun. Para pemegang sertifikasi profesi dari IIA harus melaporkan perolehan kredit CPE. Kredit CPE diperlukan untuk pelaporan akhir tahun agar sertifikasi IIA Anda tetap aktif — laporkan sekarang dengan masuk ke Sistem Manajemen Kandidat Sertifikasi (CCMS) di https://ccms.theiia.org untuk melengkapi formulir pelaporan CPE. Batas waktu adalah 31 Desember 2021. Ada banyak peluang bagi individu tersertifikasi untuk mendapatkan CPE guna menyelesaikan pelaporan tahunan yang diperlukan agar sertifikasi IIA Anda tetap aktif. Selain pelatihan yang ditawarkan oleh IIA Indonesia, IIA juga menawarkan pelatihan online, seperti Webinar gratis untuk anggota dan OnDemand Global IIA. Jika Anda tidak melaporkan perolehan CPE, maka sertifikasi/kualifikasi Anda akan kedaluwarsa, dan sebagai akibatnya, Anda tidak lagi dapat mengatakan bahwa Anda tersertifikasi, menggunakan titel sertifikasi di belakang nama Anda, dan tidak dapat terdaftar di registri sebagai pemegang sertifikasi.

 

Salam,

Angela Indirawati Simatupang, CIA, CRMA

President